Dampak Industri Pariwisata 4.0

Halo kawan, nama saya Mia Indriani dari STP Nusa Dua Bali. Kali ini saya akan membahan mengenai Dampak Industri Pariwisata 4.0. Seperti yang kira ketahui Pariwisata merupakan bagian dari sektor industri di Indonesia yang prospeknya cerah, dan mempunyai potensi serta peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Peluang tersebut didukung oleh kondisi-kondisi alamiah seperti: letak dan keadaan geografis (lautan dan daratan sekitar khatulistiwa), lapisan tanah yang subur dan panoramis (akibat ekologi geologis), serta berbagai flora dan fauna yang memperkaya isi daratan dan lautannya. 

Bill Faulkner (1996): 5 aspek potensi pariwisata Indonesia:

• Warisan budaya yang kaya

• Bentang alam yang indah

• Letak dekat pasar pertumbuhan Asia

• Penduduk potensial (jumlah & mampu)

• Tenaga kerja (jumlah dan murah)

Usaha pengelolaan pariwisata mempunyai pengaruh yang tidak dapat dihindari 

sebagai akibat datangnya wisatawan ke suatu wilayah tertentu yang mempunyai 

kondisi berbeda dari tempat asal wisatawan tersebut.

Menurut John M. Bryden (1973) dalam Abdurrachmat dan E. Maryani (1998:79) 

yang menyebutkan suatu penyelenggaraan kegiatan pariwisata dan obyek wisata dapat memberikan setidaknya ada 5 butir dampak positif, adapun dampak positif tersebut yaitu:

a. Penyumbang devisa negara

b. Menyebarkan pembangunan

c. Menciptakan lapangan kerja

d. Memacu pertumbuhan ekonomi melalui dampak penggandaan (multiplier effect)

e. Wawasan masyarakat tentang bangsa-bangsa di dunia semakin luas

f. Mendorong semakin meningkatnya pendidikan dan ketrampilan penduduk

Abdurrachmat dan E. Maryani (1998:80) menjelaskan pula dampak-dampak negatif 

yang timbul dari pariwisata secara ekonomi, yaitu :

a. Semakin ketatnya persaingan harga antar sektor

b. Harga lahan yang semakin tinggi

c. Mendorong timbulnya inflasi

d. Bahaya terhadap ketergantungan yang tinggi dari negara terhadap pariwisata

e. Meningkatnya kecenderungan impor

f. Menciptakan biaya-biaya yang banyak

g. Perubahan sistem nilai dalam moral, etika, kepercayaan, dan tata pergaulan dalam masyarakat, misalnya mengikis kehidupan bergotong royong, sopan santun dan lain-lain.

h. Memudahkan kegiatan mata-mata dan penyebaran obat terlarang

i. Dapat meningkatkan pencemaran lingkungan seperti sampah, vandalisme (corat-coret), rusaknya habitat flora dan fauna tertentu, polusi air, udara, tanah, dsb.

Menurut Chohen (1984), dampak pariwisata terhadap kehidupan sosial ekonomi 

masyarakat lokal dapat dikategorikan menjadi delapan kelompok yaitu :

1. Dampak terhadap penerimaan devisa.

2. Dampak terhadap pendapatan masyarakat.

3. Dampak terhadap kesempatan kerja.

4. Dampak terhadap harga-harga.

5. Dampak terhadap distribusi.

6. Dampak terhadap kepemilikan dan kontrol.

7. Dampak terhadap pada pembangunan pada umumnya.

8. Dampak terhadap pendapatan pemerintah.

Perkembangan pariwisata yang sangat pesat dan terkosentrasi dapat menimbulkan 

berbagai dampak. Secara umum dampak yang ditimbulkan adalah dampak positif dan dampak negatif.

Dampak positif dari pengembangan pariwisata meliputi; (1) 

memperluas lapangan kerja; (2) bertambahnya kesempatan berusaha; (3) 

meningkatkan pendapatan; (4) terpeliharanya kebudayaan setempat; (5) dikenalnya 

kebudayaan setempat oleh wisatawan.

Sedangkan dampak negatifnya dari pariwisata tersebut akan menyebabkan; (1) terjadinya tekanan tambahan penduduk akibat pendatang baru dari luar daerah; (2) timbulnya komersialisasi; (3) berkembangnya pola hidup konsumtif; (4) terganggunya lingkungan; (5) semakin terbatasnya lahan pertanian; (6) pencernaan budaya; dan (7) terdesaknya masyarakat setempat (Spillane, 1989:47).

Bila dijabarkan lebih lanjut Dampak Pengembangan Pariwisata ialah sebagai berikut ;

a. Dampak Positif

Terbukanya lapangan kerja disektor pariwisata

Memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang turut serta 

memberikan pelayanan kepada para wisatawan yang memerlukan jasanya.

Pemerintah mendapat penghasilan berupa pajak penghasilan dan pajak 

perusahaan atau uang asing yang dibelanjakan oleh wisatawan mancanegara.

Mendorong pembangunan di daerah berupa perbaikan sarana dan prasarana 

dilingkungan daerah karena pemerintah mendapat income yang dapat 

digunakan untuk sarana dan prasarana yang kurang memadai.

Masyarakat menjadi lebih ingin mempelajari budaya serta adat istiadat agar 

bisa disajikan pada wisatawan dan dapat menjadikan obyek wisata itu menjadi 

lebih menarik karena atraksi budaya yang disuguhkan lebih variatif.

Masyarakat bisa menguasai beberapa bahasa asing agar bisa berkomunikasi 

dengan wisatawan asing guna menambah pengetahuan dan pengalaman. Tidak 

hanya itu, masyarakat juga dapat mengambil keuntungan agar wisatawan lebih 

akran dalam suasana kekeluargaan.Berbagai sumber daya yang ada digunakan secara optimal sehingga dapat menumbuhkan rasa untuk mencintai potensi sumber daya kita sendiri.

b. Dampak Negatif

Dampak negatif terhadap lingkungan alam yang mencakup gejala alam yang 

ada di sekitarnya.

Dampak negatif terhadap lingkungan binaan yang mencakup perkotaan, sarana 

dan prasarana, ruang terbuka, dan unsur bentang kota.

Dampak negatif terhadap lingkungan budaya yang mencakup nilai-nilai, 

kepercayaan, perilaku, kebiasaan, moral, seni, hukum, dan sejarah masyarakat.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started